Sepatu Boot, Data, dan Kegigihan: Makna Menjadi Ilmuwan Perempuan di Industri Agribisnis oleh Sahera Nofyangri, AVP for Nutrition & Research

Mar 31, 2026 | Corporate News, Indonesia

Saat saya bergabung dengan Gold Coin Indonesia pada akhir tahun 2017, saya memasuki industri yang sedang berada di tengah transformasi bersejarah. Sebagai seorang perempuan dalam peran kepemimpinan, saya menghadapi stereotip yang masih melekat: bahwa saya mungkin terlalu muda untuk posisi tersebut dan bahwa perempuan dianggap tidak mampu bekerja di lapangan.
Namun dalam dunia sains, teknologi, engineering (teknik), dan matematika (disingkat STEM), data tidak mengenal gender—data bicara melalui hasil. Saya belajar bahwa menjadi seorang ilmuwan di bidang pertanian butuh lebih dari sekadar pekerjaan laboratorium; ada kegigihan (grit) yang diperlukan untuk membawa sains dan inovasi langsung ke lapangan.

Penjaga Tak Terlihat dalam Pertanian

Perempuan telah menjadi tulang punggung pertanian sejak zaman kuno. Saat ini, data menunjukkan bahwa perempuan adalah kontributor vital bagi industri ini, mencakup sekitar 40% dari tenaga kerja pertanian global. Di Indonesia, saya melihat hal ini setiap hari—perempuan yang mengelola peternakan rakyat dan mengambil keputusan penting tentang nutrisi ternak menggunakan sisa dapur.
Namun, banyak perempuan muda yang tertarik pada STEM menghindari karir di bidang pertanian karena mereka menganggapnya “kotor” atau kurang bergengsi dibandingkan pekerjaan kantoran. Pengalaman saya membuktikan bahwa pertanian modern juga merupakan industri “jas laboratorium dan data”. Hal ini melibatkan presisi kimia, otomatisasi proses, pengujian yang ketat, dan inovasi berkelanjutan untuk memastikan bahwa makanan di piring kita aman.

Inovasi di Luar Laboratorium

Bagi saya, inovasi bukan tentang teori ilmiah yang ‘mulia’, melainkan tentang kecepatan, keberanian, dan ketelitian dalam menemukan celah sebelum menerapkan teori tersebut pada situasi dunia nyata. Saya menguji hal ini saat kami menghadapi lonjakan harga jagung di Indonesia. Agar pakan kami tetap kompetitif, saya memimpin tim untuk menggunakan “Alt RM” (Alternative Raw Materials atau Bahan Baku Alternatif). Saya menggabungkan keahlian teknis dengan kerja lapangan yang ketat—melakukan uji laboratorium internal dan eksternal yang diikuti dengan berbagai uji coba peternakan skala besar untuk memantau tren produksi.

Inovasi juga tentang membangun budaya performa tinggi dengan pola pikir Always Better (Selalu Lebih Baik). Filosofi ini membawa tim kami menemukan teknologi “optimasi fungsi hati”, yang membantu meningkatkan performa dan efisiensi ayam pedaging (broiler) sekaligus mencapai penghematan biaya yang signifikan. Kegigihan ini—bergerak dari titik data ke peternakan—adalah cara tim kami memenangkan The Mill pada tahun 2025, sebuah kompetisi inovasi produk di tingkat perusahaan. Bagi saya, keberhasilan di laboratorium berarti menyelesaikan tantangan dunia nyata. Itu berarti pertumbuhan yang stabil, bekerja keras, dan memaksimalkan sumber daya untuk mencapai tujuan.

Mengapa Sains dan Agribisnis Membutuhkan Perempuan

Perempuan adalah “penghubung titik-titik” (dot-connectors) yang alami. Kami membawa ketelitian dan ketajaman persepsi yang memungkinkan kami melihat masalah dari segala sudut—sosial, lingkungan, dan teknis. Dalam industri STEM dan agribisnis, keterampilan perempuan dalam multitasking, perhatian terhadap detail, serta intuisi yang kuat memungkinkan terciptanya perspektif yang lebih luas.

Saya sering mengatakan bahwa bekerja di pabrik pakan ternak ibarat mengelola dapur, tetapi dengan sistem global yang sangat terorganisir. Tujuannya sama: nutrisi, keamanan, dan integritas. Saya bahkan memelihara enam ekor ayam petelur di rumah untuk “riset mini”—menyaksikan perjalanan dari “pabrik ke piring” (mill to meal) di halaman belakang saya sendiri.

Memberdayakan perempuan dalam pertanian berarti memberdayakan masa depan pangan. Ketika perempuan berkembang, pertanian pun makmur. Ketika kami diberi kesempatan untuk memimpin dalam pertanian modern, kami memimpin dengan teladan, berbekal rasa hormat, kepedulian, dan dorongan tanpa henti untuk belajar, memperbaiki diri, dan tumbuh.

Saya Sahera Nofyangri, membawa inovasi melampaui laboratorium dan memastikan keamanan pangan di setiap langkah proses–dari pabrik pakan hingga ke meja makan.

Baca lebih nhiều câu chuyện inspiratif dari #WomenofAboitizFoods.

#WomenofAboitizFoods #WomensMonth #IWD2026

Related Articles